Salah satu hal yang ga pernah sy inginkan dan mungkin semua orang juga ga mau merasakan nya …adalah menunggu. Betul menunggu adalah adalah salah satu bentuk penindasan yang ga temasuk dalm KUHP <kitab undang-undang hukum pidana>…tanpa ada sangsi yang jelas..”padahal tindakn ini sangat merugikan banyak orang”. Menghabiskan banyak “sumberdaya” bahkan sampe buat otak kita ng-hang. Gila menunngu emang serasa di gantung.
Nah ini yang say rasakan ketika melasksanakan KRS-online.
Krs online merupakan cara pengambilan mata kuliah di institute pertanian bogor dengan memampaatkan teknologi informasi, berupa penerapan sistem basis data dan sistem jaringan. Mahasiswa dapat melakukan pengambilan mata kulihnya dapat melaui website KRS-online (www.ipb.ac.id/krs) dengan memilih masing-masing mata kuliah yang kemudian di trasfer/submit kedalam basis data yang secara terpusat ada di DKSI<direktorat Sistem komunikasi dan informasi> IPB. Sehingga mahasiswa dapat melakukan nya di manasaja dan kapan saja sesuai dengan waktu yang dah di tentukan.Sistemnya cukup simple sama halnya dengan toko-online or yang lainnya.
Tapi maslahnya adalah terkadang pengguna di pusingkan oleh “deadlock”. Apa tu deadlock??deadlock merupakan suatu keadaan dimana suatu proses akan berjalan jika proses lain sudah selesai dilaksanakan.
Definisi formal:
sekumpulan proses dikatakan deadlock jika setiap proses menunggu terjadinya event yang hanya bisa disebabkan oleh proses lain yg ada di kumpulan tsb <slide matakuliah ,sistem informasi :institute teknologi bandung>
sebenarnya, proses pengambilan mata ajaran di proses KRS-online dilakukan bertahap:
Pertama, mhs memilih mata ajaran
Kedua, sistem memeriksa apakah mata ajaran tsb masih ada tempat, dan penulisannya sesuai (jika mengisi kode).
Ketiga, sistem menyimpan kode mata ajaran ke dalam database.
Yang rawan adalah proses ketiga. Jika pada saat tsb jaringan dalam keadaan bermasalah, lambat dan time-out, maka proses akan gagal. Hal ini yang menyebabkan mahasiswa tahunya sudah mengambil, padahal sistem tidak berhasil menyimpannya ke dalam database. Untuk memastikannya, dapat dilihat melalui menu pilihan Melihat Hasil KRS. “jadi HAti-hati”
Btw, dosen saya pernah membuat Panduan KRS utk mahasiswa IPB44. Bisa di-unduh di http://web.ipb.ac.id/~julio/webaku/isi/artikel/panduankrs.pdf
Untuk mencegah kejenuhan dan membuat kita enjoy dalam melakukan krs online, nih da tips dari say:
-buka pintu kosan anda dan “ucapkan :bismillahirahman nirohim”;
-niatkan ni untuk ibadah, dan untuk masa depan kita.
-siapkan mental yang kuat…
-bawa cemilan yang RP.2000 per ons tu gapapa..he,,,,
terakhir tips “JITU”:
“cari waktu diman orang lain tidak melakukan KRS-Online….dalam artian sedikit yang melakukan. lakukan petunjuk yang di perintahkan IPB insya Allah bermanfaat”



Ini juga baru selesai ngisi KRS.
Alhamdulillah tidak terlalu bermasalah